Lakukan Ini sebelum Mendaftar Sebagai Nasabah Asuransi Kendaraan agar Tak Tertipu

Resiko kecelakaan lalu lintas selalu menghantui setiap pengendara, bahkan semakin tinggi mengingat saat ini jumlah pengguna kendaraan bermotor semakin padat lantaran kemudahan dalam memilikinya. Di lain pihak, masih banyak pengendara yang acuh bahkan melanggar aturan lalu lintas. Bertolak dari kondisi ini, sudah sepatutnya setiap pengendara memiliki kesadaran untuk segera membeli polis asuransi. Keberadaan asuransi kendaraan memberikan perlindungan finansial ketika resiko kecelakaan terjadi. Dengan demikian, tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk melakukan perbaikan atau perawatan di rumah sakit sebagai imbas dari kecelakaan. Maraknya penipuan berkedok asuransi menuntut Anda lebih waspada. Supaya tidak menjadi korban penipuan, lakukan ini sebelum mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi kendaraan:

Telusuri profil agen asuransi

Tidak perlu repot ke kantor pemasaran perusahaan untuk membeli polis asuransi kendaraan. Sebab, perusahaan asuransi telah menggandeng banyak agen asuransi untuk memperluas pemasarannya. Anda bisa mendapatkan informasi sekaligus membeli polis asuransi kendaraan dari agen. Namun, jangan gegabah ketika membeli asuransi dari agen. Sebaiknya telusuri profil agen tsb sebelum mendaftarkan diri sebagai nasabah. Agen asuransi yang terpercaya bisa dilihat dari pengalamannya dalam menawarkan produk asuransi yang terbilang lama. Mereka juga akan dengan senang hati menunjukkan lisensi keagenan dari AAJI sebagai syarat wajib menjadi agen asuransi. Di samping itu, mereka akan menjelaskan secara detail dan jelas tentang jenis perlindungan, pengecualian yang mengakibatkan klaim ditolak, prosedur pengajuan klaim, hingga harga premi asuransi Adira, ACA, Sinar Mas, atau perusahaan lainnya tempat dia bernaung.

Baca & pelajari polis dengan baik

Polis bisa disebut sebagai kontrak perjanjian antara Anda sebagai nasabah dengan perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko. Hendaknya tidak menandatangani kontrak perjanjian sebelum membaca sekaligus mempelajari resiko kejadian yang dicover & tidak dicover dalam polis, besarnya tarif premi yang harus dibayarkan per tahun, biaya tambahan, jumlah uang pertanggungan, dan lain sebagainya yang tercantum dalam polis asuransi tsb. Apabila ada poin yang tidak dimengerti, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada agen asuransi. Apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian awal, minta agen asuransi mengubah polis asuransi tsb. Mempelajari polis dengan seksama diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman di kemudian hari yang dapat merugikan Anda sebagai pemegang polis.

Ketahui faktor yang mempengaruhi tarif premi & cara menghitungnya

Agar Anda tak tertipu, sebaiknya mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besar kecilnya premi asuransi kendaraan. Di antaranya jenis perlindungan. Jenis perlindungan All Risk memiliki tarif yang lebih mahal ketimbang TLO. Tidak lain karena lebih luas resiko kejadian yang dijamin perusahaan, sedangkan TLO hanya beberapa resiko kejadian & hanya diganti bila kerusakan lebih dari 75%, di bawah itu kerugian ditanggung oleh nasabah. Penggunaan mobil juga mempengaruhi besarnya premi. Mobil yang digunakan untuk keperluan umum lebih tinggi bila dibandingkan untuk keperluan pribadi karena rentan terhadap kerusakan bahkan kehilangan. Di samping itu, umur, history, & jenis mobil, usia saat mengajukan polis, dan tempat tinggal juga turut mempengaruhi. Untuk meminimalisir penipuan, Anda juga harus mengetahui cara menghitung polis asuransi kendaraan sendiri. Ilustrasinya sbb:

Misalkan Anda memiliki mobil seharga 200 juta Rupiah & ingin membeli asuransi mobil jenis All Risk. Pihak asuransi sendiri menawrakan tarif premi sebesar 2%. Berarti, Anda harus membayar tarif premi sebesar 4 juta Rupiah per tahun. Namun, tarif premi ini bisa bertambah apabila Anda menambahkan jaminan perluasan. Supaya tidak ribet, pengecekan tarif premi di tiap perusahaan bisa dilakukan di http://www.asuransi-mobil.org/premi-di-setiap-perusahaan-asuransi-mobil/.

Hal-Hal yang Harus Dipahami pada Asuransi Motor

Membeli asuransi motor merupakan salah satu solusi tepat yang dapat dilakukan untuk memperoleh keamanan, baik dari kecelakaan maupun pencurian. Segala peristiwa yang bakal terjadi di masa yang akan datang tentunya tidak pernah dapat diprediksi dengan pasti. Inilah sebabnya beberapa orang yang telah mengenal dekat asuransi menjadi suatu kebutuhan untuk dimiliki.

Asuransi memang tidak memberikan perlindungan nyata secara langsung, akan tetapi dapat digantikan dengan finansial. Contoh untuk asuransi motor, jalanan jelek menyebabkan kecelakaan terjadi sehingga membuat motor hancur. Jumlah biaya yang digunakan untuk memperbaiki kendaraan tersebut semuanya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi (tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku). Tertarik memiliki asuransi tersebut? Jika iya, berikut hal-hal yang harus dipahami baik itu pada saat survei maupun hendak melakukan pembelian.

Proteksi

Proteksi adalah suatu bentuk perlindungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada nasabah. Secara umum, proteksi yang disediakan oleh perusahaan asuransi ada dua macam, yakni dalam bentuk all risk dan TLO (Total Loss Only). Asuransi all risk merupakan perlindungan secara menyeluruh mulai dari motor mengalami lecet, penyok, bahkan hancur, dan terbakar, serta dicuri. Artinya, perusahaan akan menjamin kerusakan motor dari hal kecil hingga besar. Sementara untuk TLO, perusahaan hanya dapat memberikan jaminan apabila peristiwa mengakibatkan kondisi kendaraan cukup parah, misal dalam hal persentase ialah kerusakan mencapai 75%.

Di samping itu, terdapat pula perluasan jaminan dari beberapa kerugian lain, seumpana dihantam bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan longsor. Perluasan jaminan tersebut umumnya tidak tergabung ke dalam perlindungan utama baik itu komprehensif (menyeluruh) maupun TLO. Inilah pentingnya perlu memahami proteksi dengan baik sebelum mengasuransikan motor. Jangan sampai kerugian yang dialami justru tidak bisa diklaim karena tidak sesuai dengan perlindungan yang didapat.

Premi

Premi ialah berupa biaya atau bayaran yang wajib dilunasi oleh nasabah sesuai dengan kebijakan perusahaan asuransi, baik itu dalam setiap bulan, setengah tahun, maupun per tahun sekali. Besar dan kecilnya biaya premi utamanya dapat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain dari usia, jenis, harga, proteksi kendaraan, dan lain sebagainya. Mengingat di setiap perusahaan relatif berbeda-beda dalam membebankan biaya premi terutama karena perlindungan tambahan, maka melakukan perbandingan menjadi satu hal yang patut dilakukan. Pentingnya mempertimbangkan biaya premi dengan penghasilan yang diperoleh tujuannya ialah untuk menghindari keterlambatan pembayaran (menunggak). Sebab aktifnya polis dari lancarnya pembayaran merupakan salah satu syarat untuk mengklaim asuransi.

Prosedur klaim

Dalam mengklaim asuransi, butuh proses yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan harus adanya kelengkapan dokumen beserta persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh perusahaan. Perlu diingat bahwa, tidak semua perusahaan menetapkan peraturan yang sama dalam masalah klaim. Akan tetapi, hanya waktu pengajuan klaim rata-rata ialah dengan tenggang waktu 72 jam setelah peristiwa terjadi. Lewat dari masa tersebut klaim tidak dapat diproses. Tak semua nasabah berhasil mengklaim asuransi untuk menggantikan kerugian yang dialaminya, entah itu dari data yang salah, dokumen yang kurang, atau ada hal-hal lainnya yang mengakibatkan klaim ditolak. Oleh karena itu, prosedur klaim juga harus dipahami dengan betul ketika membeli asuransi.

Keliru sedikit bisa fatal akibatnya. Ujung-ujungnya asuransi tidak dapat dimanfaatkan begitu mengalami musibah. Tidak ingin terjadi hal demikian, bukan? So, tanyakan beberapa hal penting di atas kepada pihak perusahaan ketika melakukan pembelian agar asuransi yang dimiliki bisa memberikan kepuasan dan kenyamanan.